APAKAH FATEPA AKAN IKUT GELAP?
FATEPA UNRAM, Mataram -
Kementerian Advokastrat BEM FATEPA melakukan kajian seiringan dengan adanya
kebijakan efisiensi anggaran negara. Pada kajian yang dilaksanakan hari Jumat,
28 Februari 2025, Galang, selaku Menteri Advokastrat menginisiasi kajian dengan
isu efisiensi anggaran yang sudah menyentuh ke fakultas. “Dengan adanya
efisiensi anggaran di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, tentu
saja ini sangat berpengaruh di fakultas kita, bahkan banyak sektor yang harus
dikorbankan hanya untuk kebijakan efisiensi ini”. Ucap Galang selaku Menteri
Advokastrat. Sebelumnya pada hari Kamis, 27 Februari 2025 Ketua BEM FATEPA dan
Ketua DPM FATEPA berdiskusi dengan Wakil
Dekan III, dengan hasil diskusi bahwa anggaran kegiatan di ranah fakultas masih
belum bisa difiksasikan karena masih adanya Rapat Fiksasi di dekanat. Dari
hasil kajian ini Ketua BEM FATEPA menginisiasi seluruh Ketua ORMAWA FATEPA untuk melakukan pertemuan guna membahas
efisiensi ini.
Pada hari Senin, 3 Maret
2025, diadakan Pertemuan Pimpinan ORMAWA FATEPA yang dihadiri oleh seluruh
Ketua ORMAWA. Pertemuan itu menitikberatkan untuk membahas isu mengenai
efisiensi yang berdampak buruk pada kegiatan kemahasiswaan, khususnya di sisi
anggaran ORMAWA. “Di keadaan yang sulit ini kita sebagai ORMAWA jangan terlalu
berharap pada dana yang diberikan oleh pihak birokrasi, tapi kita juga tidak
bisa membiarkan gerakan dan kegiatan mahasiswa mati karena adanya kebijakan
ini”. Ujar Muhammad Zahran selaku Ketua BEM yang memimpin pertemuan itu. Ketua
BEM FATEPA mengajak seluruh Pimpinan ORMAWA FATEPA untuk tetap melakukan
kegiatan mahasiswa walaupun pengalokasian dana ke ORMAWA masih belum jelas
kabarnya.
Ketua BEM dan DPM FATEPA melakukan audiensi ke
Wakil Dekan II untuk memastikan isu terkait pemangkasan dana di Fakultas
Teknologi Pangan dan Agroindustri. Pada audiensi ini Wakil Dekan II
memberitahukan bahwa dana pagu fakultas terkena pemangkasan dana sebesar 50,5%
yang tadinya ada di angka 2,3 miliar menjadi 1,13 miliar. Akan tetapi beliau
juga memastikan bahwa seluruh kegiatan yang bersinggungan langsung dengan
Proses Belajar Mengajar (PBM) tidak terkena efisiensi, dan beliau juga
memastikan bahwa kegiatan ORMAWA masih bisa dilakukan sebagaimana mestinya.
Dari hasil audiensi ini pula direncanakan untuk hari Jumat, 7 Maret 2025 akan
dilaksanakan Lokakarya untuk seluruh Organisasi Mahasiswa Fakultas Teknologi
Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.











